Tragedi Stadion Kanjuruhan

Sebagai bocah lelaki yang dulunya juga suka nye-stadion menyaksikan laga PERSIB. Tentu tahu betul gimana rasanya menyaksikan pertandingan sepak bola di lapangan dan bedanya dengan hanya menonton di televisi. Tapi begitulah adanya, di dalam kerumunan orang-orang itu tidak semuanya memiliki niat untuk menyaksikan pertandingan club yang mereka cintai. Sebagian memang sudah berniat untuk mengrusuh, melecehkan… Lanjutkan membaca Tragedi Stadion Kanjuruhan

Ventilasi Kamar dan Segudang Kemalasan

Kuberitahu, Akhir-akhir ini aku menyukai cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah ventilasi. Membuat hangat kamarku dan membangunkanku dari kegelapan, Awalnya aku geram. Mungkin aku perlu menutupinya dengan poster atau koran bekas. Mulai dari ventilasi dan seluruh jendela-jendela di kamar. Biar gelap selalu menyelimuti dan menjadi teman yang membuatku nyaman. Dalam rebahku, gelap-gelap itu selalu menjanjikan;… Lanjutkan membaca Ventilasi Kamar dan Segudang Kemalasan

Orang Lain Serba Lebih, Lantas Aku?

Kemudahan informasi membuat kita bisa melihat progrest orang lain dalam hal karir, harta, kecantikan dan bahkan kisah cinta. Jika dahulu kita hanya bisa melihat apa saja yang dicapai oleh tetangga sebelah rumah. Di era digital yang semua serba instan ini kita bisa melihat dunia dan seisinya. Awalnya kita hanya bisa mengidamkan kendaraan baru tetangga kini… Lanjutkan membaca Orang Lain Serba Lebih, Lantas Aku?

Overthinking

Otak kita terbiasa memproses segala sesuatu. Meskipun seseorang menyuruhmu untuk tidak memikirkan hal itu tapi otakmu tetap memproses data tersebut. Semisal, “Coba jangan kamu pikirkan es krim!” Apa yang otak kamu pikirkan? Bukankah es krim itu sendiri. Tapi pada ahirnya ketika kamu bisa untuk mengendalikannya maka es krim itu lambat laun terhapus. Tapi sebelumnya tetap… Lanjutkan membaca Overthinking

Jadi Makan Di Restoran

Makanan mahal di restoran berukuran kurang dari sekepal tangan. Terkadang ukurannya hanya sesuap. Tapi lihat beberapa diantara penikmatnya memakan hidangan itu dengan keanggunan. Ada norma-norma tertulis maupun tidak tertulis hanya soal cara memakan. Bagaimana mereka meletakan sendok, garpu, pisau, serbet, piring dan lainnya. Urutan makanan yang disajikan mulai dari makanan pembuka sampai penutup. Pengunjung yang… Lanjutkan membaca Jadi Makan Di Restoran

Ketika Harus Gagal

Aku harus berhenti sejenak dari ambisi-ambisi menyibukan dan berusaha memaafkan diriku sendiri. Awalnya memang terasa sulit dan membuatku ada diantara depresi. Tapi sekali lagi, aku mencoba bertahan dalam gelapnya sebuah kegagalan. Aku ingat bahwa anak panah yang melesat jauh ke sasaran sebelumnya dia ditarik kebelakang lalu kemudian dilepaskan. Maka terkadang untuk sebuah masalah dan kesalahan… Lanjutkan membaca Ketika Harus Gagal

Menjadi Dewasa

Ada beberapa hal yang memplopori seseorang berkpribadian dewasa. Beberapa diantaranya udah Gue rinciin di Podcast Dongeng Malam kalau yang mau dengerin silahkan meluncur ke Spotify ya... Di sini Gue mau merincikan point pentingnya aja. Menjadi dewasa adalah ketika apa sih? Orang dewasa itu - Punya kendali penuh soal emosi Kayak lebih rasional lagi menimbang segala… Lanjutkan membaca Menjadi Dewasa

Otak Kita Bukan Tempat Sampah

Kadang kita menjadi pemecah masalah orang lain tapi kita sendiri sakit dan tidak ada yang mengerti. Gitu banget memang yang terjadi. Ya! kenyataannya gitu, mau diapain lagi. Mungkin terkadang kita memang perlu rehat dari kebiasaan itu. Terlalu banyak mendengarkan keluhan orang itu bisa jadi brainstorming juga buat kita, loh. Tapi ingat otak kita bukan tempat… Lanjutkan membaca Otak Kita Bukan Tempat Sampah